Detail Artikel

Berikut adalah penjabaran detail artikel medis

image

Kompresi Nervus Ulnaris di Pergelangan Tangan

20 April 2013 admin Hand 63.665 Pembaca

 

KOMPRESI NERVUS ULNARIS DI PERGELANGAN TANGAN

Oleh dr. H. Subagyo SpB - SpOT

BAB I

PENDAHULUAN

Compression neuropathy merupakan temuan  yang paling sering ditemukan pada regio ekstremitas superior. Keadaan kompresi yang menetap ini berhubungan dengan mikrosirkulasi. Terdapat beberapa area dimana nervus melewati daerah tertentu dan menjadi lebih rentan.Pada level pergelangan tangan terjadi di bagian Carpal tunnel dan Guyon’s canal. Semua struktur yang membuat sempit daerah canal tersebut atau adanya lesi pada canal ini dapat menyebabkan suatu kompresi neuropati dari nervus medianus atau ulnaris.

Carpal tunnel syndrome merupakan salah satu peripheral compression neuropathy yang paling sering terjadi. Biasanya keadaan ini mengenai wanita usia paruh baya. Pada kebanyakan pasien yang terkena CTS, patogenesis yang terjadi masih belum terlalu jelas. Walaupun terdapat beberapa faktor pekerjaan yang mempunyai hubungan dalama meningkatkan insidensi dan prevalensi dari CTS. Pada kasus CTS  harus dapat dieksklusi faktor penyebab intrinsik seperti obesitas, sebelum mengarah pada penyebab pekerjaan.

CTS dapat disebabkan dari gangguan sistemik maupun non sistemik sampai dengan pekerjaan. Dan hal ini dapat menimbulkan gejala yang unilateral maupun bilateral, tergantung dari daerah yang terkena.

Diagnosis yang dibuat dalam menentukan CTS dengan pemeriksaan fisik, bukanlah suatu indikator penting, karena dibutuhkan gabungan beberapa pemeriksaan fisik dalam menegakkan diagnosis ditambah dengan keluhan  yang dirasakan oleh pasien. Bila CTS sudah dapat ditegakan, terapi dapat dilakukan dengan memberikan terapi konservatif seperti pemasangan dari splint, injeksi steroid, maupun pemberian oral steroid.

Pada kompresi Nervus ulnaris, yang paling sering terjadi adalah Cubital tunnel syndrome, dan Guyon’s canal snydrome menduduki posisi nomor dua setelahnya. Guyon’s canal syndrome atau ulnar tunnel snydrome biasanya terjadi akibat dari kompresi dari luar.

Etiologi yang paling sering terjadi pada kasus Guyon’s canal syndrome adalah adanya ganglion , walaupun faktor lain seperti adanya anomalous musculotendineous arches, lipomas, fraktur Os hamatum dapat menjadi salah satu dari penyebab terjadinya Guyon’s canal syndrome.

Kesulitan dalam menegakkan diagnosis pada kasus dengan compression neuropathy ini tidak semudah yang terlihat, walaupun keluhan dan gejala yang dikeluhkan oleh pasien dapat menentukan letak saraf yang terkompresi, tetapi terkadang keluhan yang dirasakan tidak spesifik dan beragam, untuk itu pentingnya pemeriksaan dilakukan lebih lanjut agar dignosis dapat ditegakkan dengan tepat dan terapi dapat dilakukan sedini mungkin.

Sama halnya dengan CTS , pada Guyon’s canal syndrome terapi yang biasanya diberikan diawali dengan terapi konservatif terlebih dahulu, dimulai dari pemasangan splint,injeksi steroid ataupun pemberian oral steroid, yang kemudian apabila terapi konservatif tidak berhasil, maka perlu dilakukan terapi pembedahan untuk membebaskan daerah yang terjepit.

 

BAB II

ANATOMI Pergelangan Tangan disini tidak dibahas.

 

BAB III

KOMPRESI NERVUS ULNARIS PADA GUYON’S CANAL

Nervus ulnaris bertanggung jawab untuk fungsi dari banyak otot regio antebrachii dan manus dan untuk sensorik daerah digitorum IV dan V. Kata “neuropati” ditunjukan untuk keadaan impairment dari saraf, pada kasus ini yaitu Nervus ulnaris, ketika terjadi konstriksi (entrapped) atau kompresi sepanjang jalur keluarnya saraf yaitu dari cervical sampai ke manus. Regio cubitum merupakan tempat kompresi Nervus ulnaris yang paling sering terjadi, sedangkan kompresi pada nervus ulnaris pada Guyon’s canal kompresi kedua yang sering terjadi setelah Cubital tunnel syndrome.

 

 

Gambar  37. Guyon’s Canal dan Cubital tunnel

Sumber : http://www.mdguidelines.com/neuropathy-of-ulnar-nerve-entrapment

 DEFINISI

Guyon’s canal sindrom merupakan keadaan dimana terjadi kompresi Nervus ulnaris pada daerah pergelangan tangan (carpus) yang dapat menyebabkan gangguan motorik, sensorik, atau gabungan keduanya tergantung lokasi entrapment yang terjadi sepanjang Guyon’s canal tersebut. 28

Ulnar carpal tunnel (Guyon’s Canal) yang memiliki panjang 4-4.5 cm  pertama kali ditemukan oleh Felix Guyon pada tahun 1861 . Nervus ulnaris dan Arteri ulnaris berjalan bersama dari regio antebrachii ke regio manus melewati Guyon’s canal, yang berlokasi di dasar dari regio hypothenarCanal ini merupakan rongga kecil berbentuk segitiga dengan atapnya Aponeurosis volaris palmaris. Bagian lateral terdapat Os hamatum, sedangkan bagian medialnya dibentuk oleh Os pisiforme. Guyon’s canal ini ditutupi oleh ligamentum carpi volare  dan Musculus palmaris brevis. Didalam canal ini Nervus ulnaris terbagi menjadi superficial sensory dan cabang motorik profunda. Nervus ulnaris dapat terkompresi dimana saja sepanjang Guyon’s canal menghasilkan gejala sensori dan motorik, atau hanya gejala motorik maupun gejala sensorik saja.29,30

 

 

Gambar  38. Nervus Ulnaris

Sumber : http://www.physioplushealth.com/Injuries-Conditions/Hand/Hand-Issues/Guyon-s-Canal-Syndrome/a~286/article.html

 EPIDEMIOLOGI

Prevalensi terjadinya Guyon’s canal syndrome pada wanita dan pria adalah sama dengan rentang umur yang tidak spesifik.Umumnya kasus Guyon’s canal syndrome ini terjadi akibat adanya faktor extrinsic, dimana kasus yang paling sering terjadi adalah,Guyon’s canal syndrome ini dilaporkan banyak dikeluhkan pada pasien dengan ganglion yang terdapat pada daerah volar sisi ulnaris.28

Disamping itu dilaporkan pada 3% kasus guyon canal ini mengenai pasien yang telah dilakukan ECTR(Endoscopic Carpal Tunnel Release) maupun OCTR(Open Carpal Tunnel Release) pada kasus CTS.28  

ETIOLOGI

Berdasarkan etiologinya, penyebab dari Ulnar tunnel  syndrome dapat secara luas dapat dibagi menjadi primer dan sekunder. Keadaan primer biasanya biasanya idiopatik, dengan tidak ditemukan adanya lesi. Murata et al 2004 menemukan 45% kasus idiopatik dari Guyon’s canal syndrome.31,34

Etiologi sekunder dapat dibagi menjadi anomalous musculotendineous arches, traumatic, inflammatory, structural , vascular, neuropathic dan occupational. Diikuti dengan adanya fraktur dari Os hamatum, fraktur dari digitorum IV dan V basis metacarpal dilaporkan terdapat adanyakompresi nervus ulnaris pada daerah pergelangan tangan. Kondisi inflamasi seperti rheumatoid arthritis, rheumathoid synovitis juga dapat menyebabkan terjadinya kompresi nervus ulnaris pada pergelangan tangan.35,36,37

Shea dan McClain menyatakan adanya 19 lesi yang berbeda yang menyebabkan kompresi Nervus ulnaris pada pergelangan tangan dan tangan. Yang paling tersering menyebabkan kompresi adalah ganglion (28.75), occupational neuritis (23.5%),laserasi(10,3%), ulnar artery disease (8.1%), fracture of carpal bones (5.9%).29

 

 

Gambar  39. Fractured hamate

Sumber : http://www.physioplushealth.com/Injuries-Conditions/Hand/Hand-Issues/Guyon-s-Canal-Syndrome/a~286/article.html

 

Terlibatnya Nervus ulnaris dengan hubungannya dengan Guyon’s canal adalah dapat berupa : kongenital ( anomali dari musculus, accessory ossicles), trauma ( tertutup atau luka tusuk), inflamasi(rheumatoid arthritis), adanya massa (intrinsik atau ekstrinsik), gangguan pembuluh darah (thrombosis, dari arteri ulnaris) dan degeneratif (osteoarthritis).29

Trauma dapat berupa luka tusuk, maupun luka tertutup (dengan ada atau tidaknya dislokasi fraktur) atau chronic closed-multiple repetitive trauma yang didapat dari suatu hobi atau pekerjaan,seperti  hobi bersepeda, pengguna motor, tukang kebun yang amatir dengan kebiasaan nya memecahkan kacang satu kantong besar. Lesi berupa massa dapat berupa lipoma, ganglion,neurofibroma, intraneural cyst. Kompresi Nervus ulnaris akibat dari massa neurofibroma dilaporkan jarang terjadi.29

 

 

Gambar  40. Arthritic changes

Sumber : http://www.physioplushealth.com/Injuries-Conditions/Hand/Hand-Issues/Guyon-s-Canal-Syndrome/a~286/article.html

 

 

Gambar  41. Ulnar nerve compression

Sumber : http://www.angelsportsinjuryandphysiotherapyclinic.co.uk/content.php?pge=cyclingandwristpain

 

Selain dari itu dikatakan bahwa OCTR atau ECTR (endoscopic carpall tunnel release) pada CTS memang sangat efektif dalam mengobati CTS hampir pada 95% pasien dengan komplikasi yang terjadi setelah tindakan tersebut sebanyak 2.6-3%. Dilaporkan bahwa komplikasi yang sering terjadi adalah gejala yang sama masih menetap ,sampai dengan gangguan neurologi yang mengenai Nervus ulnaris , walaupun jarang tapi ini biasanya terjadi akibat dari tindakan ECTR.28

Dari beberapa studi menemukan adanya anomali dari musculus yang ditemukan pada eksplorasi Guyon’s canal. Ini didapatkan dari abnormal dari M.palmaris longus(reversed atau accesory), abnormal M.hypothenar (duplication atau abnormal insertion) dan abberant flexor ulnaris.38

 

PATOGENESIS

Kerusakan yang terjadi pada Guyon’s canal syndrome sedikit berbeda dengan yang terjadi pada CTS. Guyon’s canal terletak pada pergelangan tangan sejajar dengan carpal tunnel. Seperti pada Carpal tunnel, Guyon’s canal memiliki tepi dikelilingi oleh Ligamentum carpi transversum(flexor retinaculum). Ada divisi dari ligamentum ini yang kemudian membuat Guyon’s canal. Nervus ulnaris dan Arteri ulnaris berjalan melewati guyon’s canal. Tidak seperti carpal tunnel, pada daerah ini tidak memiliki tendon yang berjalan didalamnya. Untuk itu, tekanan yang didapat dari penekanan  tendon tidak terjadi pada Guyon’s canal syndrome.  

Streib et al, menyatakan axonal degeneration merupakan gejala abnormalitas awal dari neuropati distal, dimana kerusakan saraf yang meningkat akibat dari kompresi akan menghasilkan keadaan demyelisasi segmental.29

Shea dan McClain (1969) membagi lesi Nervus ulnaris pada Guyon’s canal menjadi tiga tipe, bergantung pada letak anatomi Nervus ulnaris yang terkompresi pada pergelangan tangan.29

 

Tipe I     : Kompresi terjadi pada daerah proximal didalam Guyon’s Canal, ditemukan gangguan motorik dan sensorik; kelemahan otot terjadi pada semua musculus intrinsic dari manus yang diinervasi oleh Nervus ulnaris dan gangguan sensorik pada daerah hypothenar dan setengah area digitorum IV, keduanya terjadi hanya pada daerah palmar, tidak pada daerah dorsum manus, karena dorsum manus di inervasi oleh Nervus cutaneus dorsalis .

Tipe II   : Kompresi terjadi pada sepanjang cabang profunda dan ditemukan hanya adanya kelemahan otot pada daerah yang diinervasi dari cabang profunda ini, dengan kemungkinan dapat mengenai musculus hypothenar. Tipe ini paling sering terjadi.

Tipe III : Lokasi kompresi terjadi pada daerah distal akhir dari Guyon’s canal dan hanya terjadi gangguan sensorik pada distribusi daerah palmar, tidak ditemukan adanya defisit motorik. Tipe III merupakan yang paling jarang terjadi dari ketiga tipe ini.

Pada tipe I dan II selalu disertai adanya atrofi dari musculus dorsal digitorum interosseous 1. Hirooka et al melaporkan tampilan klinis yang berbeda akibat dari adanya atypical fibrous band, yang melewati Os pisiforme kearah ligamentum palmar carpalis, adanya konstriksi dari saraf, arcus musculotendinous proximal yang ditemukan pada cabang sensorik superficial dan sebagian dari cabang profunda yang membawa cabang untuk suplai daerah abductor digiti minimi.29

 

 

Gambar  42. Tipe kompresi Nervus Ulnaris

Sumber : http://eorif.com/WristHand/UlnarTunnel.html

 

Claw finger deformity merupakan deformitas dari digitorum V dengan atrofi dari abductor digiti minimi tanpa disertai atrofi dari musculus interosseous dorsalis dan hypoaesthesia dari digitorum V pada sisi ulnaris. Pada kasus seperti ini, tidak dapat dimasukan dalam tiga tipe klasik diatas.29

Shea dan McClain menyatakan lesi terbanyak merupakan tipe II (52%),30% merupakan tipe I dan  18% adalah  tipe III.29

 

Gambar 29 . Claw finger deformity

Sumber : Solomon L, Warwick DJ, Selvadurai N. Apley’s System of Orthopaedics and Fractures. United of Kingdom: Hodder Arnold; 2010.

 

GEJALA

Gejala yang muncul sama dengan gejala pada kompresi Nervus ulnaris pada regio cubitii, terkecuali pada kompresi guyon’s canal tidak ditemukan adanya defisit sensorik pada daerah dorsum manus , karena cabang dari Nervus cutaneus dorsalis dari antebrachii hanya sampai dengan 5-8 cm proximal dari pergelangan tangan.29

Nyeri dapat dirasakan dengan mengetuk daerah sekitar pisiforme (Tinel sign), dan dapat menjalar hingga kedaerah antebrachii. Tanda dari Musculus palmaris brevis dapat  membantu dalam menegakan diagnosis untuk membedakan kompresi Nervus ulnaris pada pergelangan tangan atau daerah cubital tunnel. Ketika pasien mencoba untuk melakukan gerakan abduksi dari digitorum V, maka secara bersamaan akan terdapat kontraksi dari Musculus palmaris brevis. Keadaan ini tidak terjadi bila kompresi terjadi pada pada daerah cubital tunnel , dan pada keadaan tertentu dengan kompresi nervus ulnaris pada daerah pisohamatum hiatus dapat ditemukan keadaan yang sama.29

Nyeri akut dan inflamasi dapat ditemukan di daerah pergelangan tangan pada pasien dengan kalsifikasi dari Tendon flexor carpi ulnaris, tetapi biasanya tanpa disertai adanya kompresi dari Nervus ulnaris.29

DIAGNOSA

Diagnosis untuk ulnar neuropati dilakukan berdasarkan dari kriteria klinik tetapi electromyography dan nerve conduction harus dilakukan untuk menentukan lokasi dari lesi dan seberapa panjang kerusakan saraf yang terjadi.29

Anamnesis yang detail dari riwayat pekerjaan,hobi dan gaya hidup harus ditanyakan. Masalah sistemik seperti adanya rheumatoid arthritis , scleroderma, dan diabetes melitus juga penting untuk ditanyakan.  Kelainan seperti adanya abnormalitas dari tulang-tulang cervical, bahu, dan regio cubitum harus dieksklusikan.29

Pemeriksaan dengan menggunakkan electromygraphy biasanya sangat mendukung dalam menentukan lokasi dari lesi. Pada tipe I , studi dari elecrodiagnostic menunjukan adanya konduksi motorik yang normal dari Nervus ulnaris pada daerah yang melewati cubitum dan cubitum sampai dengan daerah pergelangan tangan, perpanjangan dari distal latency sampai daerah abductor digiti minimi, dan Musculus interoseous dorsalis digitorum I, sensory latency yang memanjang dan hilangnya respon sensorik.29

Sedangkan pada tipe II , ditemukan adanya konduksi motorik yang normal pada nervus ulnaris yang melewati daerah cubitum dan segmen cubitum-carpus, normal sensory latency dan sensory evoked responses, normal distal motor latency sampai dengan abductor digiti quinti minimi dan  prolonged latency to the first dorsal. Terjadi denervation potential dari first dorsal interosseous tetapi tidak terjadi pada abductor digiti quinti.29

Pemeriksaan X-ray pada manus dan carpus termasuk dalam potongan carpal canal sangat penting untuk melihat ada tidaknya fraktur ataupun bone displacement pada daerah tersebut. MRI hanya diindikasikan untuk  pasien dengan suspek adanya massa atau gejala yang menetap setelah dilakukannya operasi.29

Protokol yang biasanya digunakan untuk diagnosis dari adanya ulnar neuropati pada pergelangan tangan adalah adanya prolonged distal latency dari Musculus interoseus dorsalis I ditambah dengan adanya respons normal sensorik dari Nervus ulnaris dorsalis dan adanya denervation on needle EMG exam yang terbatas pada Nervus ulnaris yang menginervasi daerah manus.29

Pemeriksaan yang paling sensitif adalah dengan menggunakan ulnar motor study to the first dorsal interosseous (FDI) muscle yang menstimulasi Nervus ulnaris pada regio carpus dan palmar. Temuan adanya konduksi saraf yang terblok atau lambat pada daerah carpus – palmar FDI Conduction Velocity (< 37 m/s) ditemukan pada 19/20 (95%) pasien dengan gejala klinis ulnar neuropati pada pergelangan tangan.Temuan ini meningkatkan ke akuratan untuk electrodiagnostic dari ulnar neuropati pada pergelangan tangan.32

DIAGNOSA BANDING

Gejala dari kompresi Nervus ulnaris pada dua sindrom(CTS) terlihat mirip, walaupun secara patologi lokasi terjadinya sangat berbeda. Pasien biasanya melaporkan adanya rasa nyeri, baal dan atau paresthesia pada daerah dengan distribusi Nervus ulnaris karena kebanyakan orang berasumsi gejala yang dirasakan pada daerah manus merupakan gejala dari CTS. Kelemahan yang terjadi pada otot-otot yang diinervasi oleh Nervus ulnaris juga dapat menghasilkan gejala yang sama.33

Karena Nervus ulnaris menginervasi beberapa musculus dari regio antebrachii, maka kelemahan motorik yang terjadi merupakan bukti dari adanya gangguan pada otot manus, seperti yang terjadi pada Musculus adductor pollicis. Sangat penting diketahui bahwa musculus ini digunakan untuk menggenggam. Umumnya , pasien akan melaporkan adanya kesulitan dalam menggenggam suatu objek atau seringnya benda yang digenggam terlepas, atau kemampuan untuk menulis dengan baik berkurang.33

Ketika banyak gejala dari peripheral neuropati hampir mirip , terdapat beberapa faktor yang membantu dalam membedakan keduanya. Jika gejala yang dirasakan dimulai dari acute injury, identifikasi yang pertama kali dirasakan pada daerah cubitum atau carpus. Jika gejala yang dirasakan muncul pada waktu yang lama dimana tubuh bertumpu pada pergelangan tangan , terutama pada posisi hiperekstensi, daerah yang terkena kemungkinan adalah Guyon’s canal. Pasien yang berjalan dengan menggunakan cane merupakan salah satu contoh bagaimana kompresi Guyon’s canal dapat terjadi pada keadaan kronik. Jika gejala muncul dalam jangka waktu panjang dimana tubuh bertumpu pada daerah cubitum , atau menahan daerah cubitum pada posisi flexi untuk waktu yang lama, diagnosis lebih mengarah ke cubital tunnel syndrome.33

Karena kompresi nervus ulnaris dapat terjadi pada daerah cubitum maupun Guyon’s canal, maka perlu diperhatikan bahwa Guyon’s canal menghasilkan gejala dengan numbness pada daerah volar digitorum IV dan V tetapi tidak pada aspek dorsal dari manus. Tidak adanya keluhan numbness pada daerah dorsal manus lebih menunjukan kompresi terjadi pada daerah pergelangan tangan dibandingkan pada daerah cubitum , karena nervus sensorik untuk daerah sorsal terpisah dari cabang utamanya Nervus ulnaris sepanjang 9 cm proximal dari Guyon’s canal. Untuk itu, sensasi yang dirasakan dari daerah dorsal ulnar tidak terpengaruh oleh adanya kompresi Nervus ulnaris pada daerah Guyon canal. Tetapi dapat ditemukan adanya kelemahan otot daerah hypothenar. 33

TERAPI

Terapi yang dibutuhkan dari penyakit ini adalah mencari faktor etiologi nya. Jika sindrom yang terjadi akibat dari mekanik repetitive trauma (seperti dari pekerjaan, hobi, dan gaya hidup) maka harus dilakukan menghindari faktor penyebab yang membuat penekanan pada daerah hypothenar. Terapi konservatif yang dapat dilakukan dapat berupa imobilisasi, diskontinuitas kebiasaan yang menjadi penyebab, dan injeksi lokal cortisone dapat dilakukan. Tindakan bedah dekompresi dapat dilakukan bila ditemukan terapi konservatif tidak berhasil.29

Jika ditemukan adanya massa sebagai penyebab dari terjadinya kompresi, maka terapi yang harus dilakukan adalah dengan melakukan operasi. Massa yang berukuran kecil seperti ganglion dapat tidak teraba pada palpasi kulit dari luar. Tanda gejala yang persisten dari gangguan Nervus ulnaris cabang profunda dengan distal latency criteria ditunjukan adanya keterlibatan dari Nervus ulnaris pada Guyon’s canal yang dapat dipastikan dengan surgical exploration.29

Ketika dilakukan surgical exploration dari Guyon’s canal , nervus ulnaris dan arteri ulnaris dapat dibebaskan dari Guyon’s canal dan dilakukan diseksi nervus. Insisi kulit harus dilakukan sepanjang pergelangan tangan dan garis palmaris. Jika ditemukan adanya ganglion , dapat dilakukan diseksi dan mengangkat seluruh bagian dari ganglion. Jika ditemukan adanya massa lain, dapat dilakukan eksisi;jika tidak constricting bands are divided and the pisohamate hiatus is unroofed.29

Insisi linear dibuat pada sisi permukaan ulnar, dimulai pada daerah proximal dari Os pisiforme extending to the palm for about 4.5 cm, then curving laterally to the midpalm. Microdissection dibuat melewati M.aponeurosis palmar, dan A.ulnaris teridentifikasi. Secara medial dari A.ulnaris dapat ditemukan adanya Nervus ulnaris pada bagian dalam dan cabng superficialnya. An extra-neural neurolysis of ulnar at the wrist was completely performed with section of the volar wrist crease.Kemudian luka akan ditutup dan dijahit seperti biasanya. Gejala biasanya membaik dalam waktu satu tahun setelah operasi dengan perbaikan parsial dari kelemahan otot dan sensibilitas. 29

 

 

Gambar  30. Guyon’s Canal release

Sumber : http://catalog.nucleusinc.com/generateexhibit.php?ID=567

 

Maynou et al melaporkan pada dua kasus dari kompresi Nervus ulnaris akibat dari arthrosynovial cyst dari hamatotriquetral joint dilaporkan sembuh secara komplit setelah dilakukannya terapi pembedahan dengan prognosis yang baik , dan penyembuhan yang cepat.29


BAB IV

KESIMPULAN

 

Carpal Tunnel Syndrome adalah kumpulan gejala yang timbul akibat dari kompresi neuropathy dari N.medianus setinggi level regio carpus, dengan karakteristik secara fisiologi ditemukan adanya peningkatan tekanan didalam carpal tunnel dan menurunnya fungsi dari nervus pada level tersebut.

Peripheral neuropati yang terjadi pada pergelangan tangan selain CTS dapat terjadi juga Guyon’s canal syndrome, dimana merupakan keadaan gejala yang muncul akibat dari terkompresinya Nervus ulnaris pada daerah pergelangan tangan.

Pada CTS gejala yang muncul biasanya berupa adanya rasa baal, kesemutan, nyeri pada tangan dan lengan dan disfungsi dari otot. Umumnya terjadi pada orang dewasa dengan usia lebih dari 30 tahun , biasanya mengenai wanita. Sedangkan Guyon’s canal snydrome sama dengan gejala pada kompresi Nervus ulnaris pada regio cubitii, terkecuali pada kompresi guyon’s canal tidak ditemukan adanya defisit sensorik pada daerah dorsum manus , karena cabang dari Nervus cutaneus dorsalis dari antebrachii hanya sampai dengan 5-8 cm proximal dari pergelangan tangan

Secara etiologi kondisi pasien dengan CTS ini mengenai wanita paruh baya dibandingkan dengan jenis kelamin laki-laki, dan puncaknya adalah pada usia 45-60 tahun. Hanya 10 persen dari pasien yang berusia kurang dari 31 tahun terkena CTS. Pada Guyon’s Canal prevalensi pria dan wanita sama dengan studi menunjukan sebanyak 3% Guyon’s canal sindrom terjadi akibat dari tindakan OCTR(Open Carpal Tunnel Release) maupun ECTR(Endoscopic Carpal Tunnel Release) pada terapi bedah CTS.

Etiologi dari CTS merupakan multifaktorial dengan faktor lokal dan sistemik. Gejala dari CTS merupakan hasil dari kompresi Nervus  medianus daerah carpus dengan disertai terjadinya iskemik dan gangguan transport axonal dari N.medianus ke daerah carpus. Kompresi yang terjadi menyebabkan peningkatan tekanan dari carpal canal.Pada Nervus ulnaris, etiologi lebih bersifat pada faktor ekstrinsik, seperti adanya ganglion, adanya trauma dari Os hamatum, maupun inflamasi akibat dari adanya rheumathoid arthritis.

CTS dikatakan merupakan bentuk tersering yang terjadi akibat dari Repetitive Trauma Disorder (RTD). Occupational Safety and Health Administration (OSHA) mengambil aturan dimana CTS diakibatkan dari adanya trauma, dan faktor resiko pekerjaan seperti pekerjaan yang repetitif, posture tertentu, penekanan, dan getaran. Sedangkan American Society for Surgery of the Hand menyatakan bahwa literatur yang ada tidak mendukung adanya hubungan antara pekerjaan tertentu dengan terjadinya gangguan seperti CTS.

Carpal tunnel syndrome umumnya memberikan gejala nyeri , tingling, burning, numbness atau beberapa kombinasi dari gejala – gejala ini yang dirasakan pada daerah pollex , digitorum I, II dan setengah sisi radial dari digitorum IV. Jarang ada yang menyatakan bahwa gejala dirasakan pada digitorum V.

Pemeriksaan yang dilakukan untuk diagnosis carpal tunnel sindrom dapat berupa Flick’s sign, Thenar wasting, The thethered median nerve stress test, Phalen’s test, Torniquet test, Tinel’s sign ,dan masih banyak lagi pemeriksaan lainnya yang tidak dapat berdiri sendiri dalam menegakkan diagnosis. Disamping pemeriksaan fisik, diagnosis dapat dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan EMG dan laboratorium.

Terapi yang dapat dilakukan pada hal ini dapat berupa terapi konservatif dengan pemasangan splinting, pemberian injeksi steroid, dan oral steroid sampai dengan terapi pembedahan apabila terapi konservatif gagal.


DAFTAR PUSTAKA

  1. Morton D, Foreman KB, Albertine K. Gross Anatomy: The Big Picture. Unites States of America: McGraw-Hill; 2011
  2. Marieb, E., R.N., Ph.D; Mallatt, J., Ph.D. & Wilhelm, P., Ph.D. (2008), Human Anatomy (5th ed.), San Francisco, CA: Pearson Benjamin Cummings, p. 188
  3. McKinley Michael , O’Loughlin Dean Valerie. Human Anatomy: Chapter 8 ; Appendicular skeleton. Third Edition: The McGraw−Hill;2008
  4. Martini, Frederic H, Timmons Michael J, Tallitsch Robert B. Human Anatomy:The Skeletal System . Seventh Edition: Pearson Education; 2012.
  5. Saladin: Anatomy & Physiology: Chapter 8, Skeletal Function.pg: 273-277. Third Edition: The McGraw−Hill;2003,
  6. Moore L Keith,Dalley F Arthur: Clinically Oriented Anatomy: Chapter 6, Upper Limb.Pg: 728-739.Fifth Edition:Lippincott Williams & Wilkins;2006
  7. Engineer NJ, Hazani R, Wilhelmi BJ. Variations in the anatomy of the third common digital nerve and landmarks to avoid injury to the third common digital nerve with carpal tunnel release. Eplasty [serial online]. Oct 8 2008;8:e51
  8. Swenson Rand,Catlin Brian, Lyons John. Basic Human Anatomy. Chapter 8: The shoulder and axilla. O'Rahilly 2008
  9. Drake R, Vogl W, Mitchell A. Gray’s Anatomy for Students; 2005
  10. Sahin B, Seelig LL. Arterial, neural and muscular variations in the upper limbs of a single cadaver. Surg Radiol Anat. 2000;22(5-6):305-8.
  11. American Academy of Orthopaedic SurgeonsScott K. Ross. Carpal Tunnel Syndrome: Diagnosis and Treatment Guideline. 440-3158
  12. Atroshi I, Gummesson C, Johnsson R, et al. Prevalence of carpal tunnel syndrome in a general population. JAMA. Jul 14 1999;282(2):153-8.
  13. de Krom MC, Knipschild PG, Kester AD, et al. Carpal tunnel syndrome: prevalence in the general population. J Clin Epidemiol. Apr 1992;45(4):373-6
  14. Somaiah Aroori, Roy AJ Spence. Review.Carpal tunnel syndrome. Ulster Med J 2008; 77 (1) 6-17
  15. Lundborg G, Dahlin LB. The pathophysiology of nerve compression. Hand Clin. May 1992;8(2):215-27.
  16. Roquelaure Y, Ha C, Pelier-Cady MC, et al. Work increases the incidence of carpal tunnel syndrome in the general population. Muscle Nerve. Jan 30 2008
  17. Violante FS, Armstrong TJ, Fiorentini C, et al. Carpal tunnel syndrome and manual work: a longitudinal study. J Occup Environ Med. Nov 2007;49(11):1189-96.
  18. Ferry S, Hannaford P, Warskyj M, et al. Carpal tunnel syndrome: a nested case-control study of risk factors in women. Am J Epidemiol. Mar 15 2000;151(6):566-74.
  19. JEFFREY N. KATZ, BARRYP. SIMMONS. Carpal Tunnel Syndrome,Clinical Practice. N Engl J Med, Vol. 346, No. 23.June 6, 2002
  20. Adams RD, Victor M, Ropper AH. Principles of Neurology. 6th ed. New York:McGraw-Hill ; 1997.p.1358-1359.
  21. Gunderson CH. Quick Reference to Clinical Neurology. Philadelphia: JB Lippincott Co; 1982.p.370-371
  22. Gilroy J. Basic Neurology. 3rd ed. New York: McGraw-Hill ; 2000.p.599-601.
  23. Gunderson CH. Quick Reference to Clinical Neurology. Philadelphia: JB Lippincott Co; 1982.p.370-371.
  24. Greenberg MS. Handbook of Neurosurgery. 3rd ed. Lakeland (Florida) : Greenberg Graphics; 1994.p.414-419.
  25. Rosenbaum R. Carpal Tunnel Syndrome. In : Johnson RT, Griffin JW, editors. Current Therapy in Neurologic Disease. 5th ed. St.Louis :Mosby ;1997.p.374-379.
  26. Krames Communication (booklet). Carpal Tunnel Syndrome. San Bruno (CA) : Krames Comm ; 1994: 1-7.
  27. Craig M. Rodner,Julia Katarincic. Open Carpal Tunnel Release. Techniques in Orthopaedics, Vol. 21, No. 1, 2006
  28. Ulnar Nerve Entrapment in Guyon’s Canal Due to Recurrent Carpal Tunnel Syndrome: Case Report. Turkish Neurosurgery 2011, Vol: 21, No: 3, 435-437
  29. Aguiar PH, Bor-Seng-Shu E, Gomes-Pinto F, Almeida- Leme RJ, Freitas AB, Martins RS, et al. Surgical management of Guyon's canal syndrome, an ulnar nerve entrapment at the wrist: report of two cases. Arq Neuropsiquiatr. Mar 2001;59(1):106-11
  30. John Imboden, David B.Hellmann, John H Stone: Current Rheumatology Diagnosis And Treatment.Second edition: Mc-Graw Hill Companies.
  31. Ramavath Ashok Lal,Sakamuri Raj. Guyons canal syndrome due to accessory palmaris longus muscle:aetiological classification: a case report. Cases Journal 2009, 2:9146
  32. Cowdery S. R., Preston D. C., Herrmann D. N., Logigian E. L. Electrodiagnosis of ulnar neuropathy at the wrist. Neurology 2002; 59:420-427.
  33. John B. Imboden, David B. Hellmann, John H. Stone.CURRENT Rheumatology Diagnosis & Treatment. Chapter 6. The Patient with Hand, Wrist, or Elbow Pain.Second Edition.2004.The McGraw-Hill Companies.
  34. Ozdemir O. Calisaneller T. Altinors N. Compression of the ulnar nerve in Guyon's canal by an arteriovenous malformation. J Hand Surg 32(5):600-1, 2007
  35. Vance RM, Gelberman RH: Acute ulnar neuropathy with fractures at the wrist. J Bone Joint Surg Am 1978, 60:962-965
  36. Gore DDR: Carpometacarpal dislocation producing compression of the deep branch of ulnar nerve. J Bone Joint Surg Br 1971, 53:1387-1390
  37. Taylor AR: Ulnar nerve compression at the wrist in rheumatoid arthritis.J Bone Joint Surg Br 1974, 56:142-143
  38. L. DE SMET. MEDIAN AND ULNAR NERVE COMPRESSION AT THE WRIST CAUSED BY  ANOMALOUS MUSCLES. Acta Orthopædica Belgica, Vol. 68 - 5 – 2002
  39. Chang MH, Chiang HT, Lee SSJ, Ger LP, Lo YK. Oral drug of choice in carpal tunnel syndrome. Neurology 1998; 51:390-393
  40. Brooks, JJ; Schiller, JR, Allen, SD, Akelman, E (2003 Oct). "Biomechanical and anatomical consequences of carpal tunnel release.". Clinical biomechanics (Bristol, Avon) 18 (8): 685–93
  41. Willis B. Post-TBI gait rehabilitation. Applied Neurol. 2007;3(7):25–26.
  42. Willis B, Neffendorf C, Gaspar P. Device and physical therapy unfreeze shoulder motion. BioMechanics. 2007;14(1):4550
  43. Nuismer BA, Ekes AM, Holm MB. The use of low-load prolonged stretch devices in rehabilitation programs in the Pacific Northwest. Am J OccupTher. 1997;51(7):538–543
  44.  Racasan O, Dubert T. The safest location for steroid injection in the treatment of carpal tunnel syndrome. J Hand Surg [Br]2005;30(4):412-4.
  45. Adam Husney, David Pichora. Stretching Exercises to Help Prevent Carpal Tunnel Syndrome. WebMD Medical Reference from Healthwise. October 21, 2010. Available at : http://www.webmd.com/pain-management/carpal-tunnel/stretching-exercises-for-preventing-carpal-tunnel-syndrome
  46. Agee, JM etal Endoscopic release of the carpal tunnel: A randomized prospective multicenter study |Journal = The Journal of Hand Surgery | Volume=17 | issue=6 |pages=987–995
  47. James C.Y. Chow, Michael E. Hantes, Mt. Vernon. Endoscopic Carpal Tunnel Release:Thirteen Years' Experience With the Chow Technique. The Journal of Hand Surgery / Vol. 27A No. 6 November 2002

 


Share Artikel ke Media Sosial

Chat Whatsapp

Jika anda memiliki pertanyaan, anda dapat langsung menghubungi kami melalui chat Whatsapp.

CHAT SEKARANG